Kediri, Penasamudra.com Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) ikut turun gunung dikarenakan banyaknya hewan kurban yang signifikan pada aktivitas Hari Raya Iduladha tahun 2026. Berdasarkan pantauan lalu lintas ternak dan tingginya permintaan surat keterangan kesehatan hewan, antusiasme masyarakat tahun ini dinilai luar biasa dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Pihak pemkab kediri tetap mengutamakan kenyamanan guna menjamin keamanan dan kehalalan daging kurban yang dikonsumsi masyarakat, DKPP bersinergi dengan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Jatim untuk memperketat pengawasan di lapangan.
DKPP melakukan pengawasan dengan mengerahkan puluhan tim dan dokter hewan. DKPP menerapkan strategi pengawasan menyeluruh yang dibagi ke dalam beberapa tingkatan untuk menyisir titik-titik penyembelihan.
Tim Internal DKPP terjunkan 6 tim khusus dari kantor dinas yang bertugas keliling melakukan metode sampling di tempat-tempat penyembelihan berskala besar.
Tim tingkat Kecamatan menyiagakan tim pengawas di seluruh 26 kecamatan, yang dikomandoi langsung oleh petugas teknik lapangan.Libatkan hampir seluruh dokter hewan dan medik veteriner mandiri yang tergabung dalam PDHI Jatim 10.

”Semua hari ini kami libatkan di dalam pengawasan. Karena kalau evaluasi kami dan laporan yang masuk, untuk penyembelihan tahun 2026 ini luar biasa, lebih besar dari sebelumnya sepertinya,” terang Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri, drh. Tutik Purwaningsih, Rabu, 27 Mei 2026.
Data populasi hewan yang dipotong akan terus diperbarui (update) setiap sore hari mulai dari hari pertama penyembelihan hingga Hari Tasyrik ke-3.
Indikasi peningkatan jumlah kurban tahun ini sudah terlihat sebelum hari-H. DKPP menerima banyak permohonan pemeriksaan kesehatan hewan dari berbagai masjid dan musala. Bahkan, petugas di lapangan tetap proaktif memeriksa titik penyembelihan terdekat meski pengurusnya tidak bersurat resmi.
Sebagai perbandingan, tahun lalu jumlah sapi yang terdata disembelih berkisar di angka 2.100 hingga 2.196 ekor. Sementara untuk tahun 2026 ini, ketersediaan hewan jantan siap potong melonjak drastis mencapai 12.000 ekor sapi dan 2.046 ekor kambing.
Tak hanya kebutuhan lokal, permintaan pasokan ternak ke luar daerah juga mengalami peningkatan luar biasa. Berdasarkan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) yang diterbitkan, daerah tujuan pengiriman paling banyak meliputi Jabodetabek,Surabaya,Gresik, Sidoarjo serta beberapa wilayah di luar Pulau Jawa, seperti Kalimantan.









