Trenggalek, Penasamudra.com Wapres Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja ke wilayah jawa timur, tepatnya di kabupaten Trenggalek bersama Raffi Ahmad dan wakil gubernur jawa timur Emil elestianto dardak pada Rabu, 29/04/26.
Kunjungan kerja ini Gibran meninjau progres pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Bagong yang bertempat di kecamatan Bendungan didampingi Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad beserta wakil gubernur jawa timur dan bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin.
Beliau juga menyampaikan apresiasi yang diterima melalui medsos maupun surat dari kepala desa, dengan adanya dukungan dari masyarakat terhadap program pemerintah, serta memastikan berbagai persoalan seperti Kartu Indonesia Sehat Penerima Bantuan Indonesia ( KIS PBI ), Pembangunan bendungan Tugu serta Jalur Lintas Selatan yang belum terhubung. Hal seperti inilah yang harus segara ditindaklanjuti.
Sebagian dari warga yang terdampak pembangunan dari dam Bagong juga menyoroti percepatan pembebasan lahan untuk pembangunan Bendungan Bagong. Mereka meminta pemerintah segera menyelesaikan proses pembebasan lahan milik warga maupun Perhutani agar proyek strategis tersebut tidak terhambat.
Sedangkan aspirasi utama terkait dari pemanfaatan Bendungan Tugu untuk mendukung berjalannya ketahanan pangan, Kepala Desa Karangturi Puryono, menilai bendungan yang telah rampung beberapa tahun lalu belum memberikan bisa memberikan dampak maksimal bagi petani.
“Dampaknya belum bisa dirasakan oleh masyarakat petani, hal ini dikarenakan belum ada aliran-aliran tersier,” ujar Puryono.
Ia juga menambahkan, perihal adanya penambahan alokasi dana untuk desa, mengingat sebagian anggaran saat ini difokuskan pada program prioritas pemerintah pusat.
“Mohon adanya penambahan program anggaran ke desa mengingat bahwasanya semangat pembangunan nasional berawal dari desa,” katanya.
“Tadi ada sekitar 42 kilometer ruas jalan yang belum tersambung, itu nanti akan segera kami tindak lanjuti. Termasuk juga persoalan pembebasan lahan di sini, akan kami carikan solusi terbaik,” kata Gibran.

Dalam hal ini wapres juga menekankan pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur, termasuk Bendungan Bagong sebagai bagian dari PSN.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bendungan Bagong, Senna Anggadipa Adhitama menyampaikan proyek tersebut saat ini telah mencapai progres sekitar 60%.
“ Proyek PSN Bendungan Bagong ini akan terus berlanjut, Dan saat ini proyek senilai Rp 2,7 triliun ini telah mencapai 60%. Arahan dari Mas Wapres (Gibran) tadi, proyek strategis nasional ini terus dikebut penyelesaiannya,” jelasnya.
Bendungan Bagong ini merupakan salah satu proyek strategis nasional yang dimulai sejak 2018 pada era pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Awalnya, proyek ini memiliki anggaran sebesar Rp 2,1 triliun, yang kemudian direncanakan mendapat tambahan stimulus sekitar Rp 600 miliar.
Dengan total nilai mencapai Rp 2,7 triliun, bendungan ini ditargetkan rampung pada 2029. Bendungan Bagong dirancang memiliki luas genangan mencapai 73,45 hektare dengan kapasitas tampung sekitar 17,40 juta meter kubik air.
Proyek ini diharapkan dapat mendukung ketahanan air, irigasi pertanian, serta pengendalian banjir di wilayah Trenggalek dan sekitarnya.









