Tulungagung, Penasamudra.com Olahraga bulutangkis di Kabupaten Tulungagung terus di support dengan penuh dukungan agar mampu menciptakan pemain muda berprestasi. Salah satunya melalui Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) bulutangkis yang menjadi ajang pencarian bibit potensial sejak usia dini hingga remaja.
Event yang dibuka langsung oleh Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin ini diikuti oleh 239 atlet dari 9 club badminton di Tulungagung, agenda ini dilaksanakan di GOR Sari Bumi Desa Boro, Kecamatan Kedungwaru pada Rabu 16 September 2026.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Tulungagung, Ahmad Mugiyono mengatakan, Kejurkab juga menjadi bagian dari pembinaan atlet bulutangkis usia dini dan remaja.
Selain untuk pembinaan, kejurkab ini juga menjadi momentum seleksi atlet yang akan dipersiapkan mewakili Tulungagung pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) yang dijadwalkan berlangsung November mendatang.
“Kami dari Dispora melakukan pembinaan bulutangkis usia dini dan remaja sekaligus seleksi untuk pengiriman Popda bulan November. Kami dukung, ada anggaran hibah untuk cabang olahraga bulutangkis,” kata Ahmad Mugiyono.
Plt Bupati Ahmad Baharudin dalam pembukaan Kejurkab Tulungagung menyampaikan, pemerintah daerah tetap berusaha mendukung serta memberikan support dalam membangun komunikasi dan sinergi dengan berbagai pihak untuk menciptakan iklim olahraga yang kondusif.
“Pertama kita jalin komunikasi yang baik sehingga menciptakan Tulungagung yang kondusif dalam rangka pembinaan olahraga bulutangkis. Kita berikan pendidikan kepada anak-anak agar sportif, jaga kesehatan,” ujar Ahmad Baharudin.
Ketua Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kabupaten Tulungagung, Susilowati, menambahkan bahwa Kejurkab merupakan agenda tahunan yang menjadi salah satu bagian penting dalam proses pembinaan atlet.
Susilowati juga menyoroti dinamika pembinaan atlet muda di Tulungagung. Saat ini cukup banyak atlet usia dini yang berkembang melalui klub-klub lokal. Namun, ketika kemampuan mereka mulai terlihat, tidak sedikit yang kemudian berpindah ke klub-klub besar di luar daerah.
“Kondisi bulutangkis saat ini sebenarnya banyak atlet dari klub yang usia dini. Namun kendalanya mereka mulai hijrah ke klub besar, maka mereka pindah ke sana,” ungkapnya.
Dengan pembinaan yang dilakukan sejak usia dini, dukungan pemerintah daerah serta peran klub dan PBSI, Kejurkab diharapkan tak sekadar menjadi ajang perebutan gelar juara. Lebih dari itu, menjadi pintu awal lahirnya generasi atlet bulutangkis Tulungagung yang mampu bersaing di level provinsi hingga nasional.
Dengan pembinaan yang dilakukan sejak usia dini, dukungan pemerintah daerah serta peran klub dan PBSI, Kejurkab diharapkan tak sekadar menjadi ajang perebutan gelar juara. Lebih dari itu, menjadi pintu awal lahirnya generasi atlet bulutangkis Tulungagung yang mampu bersaing di level provinsi hingga nasional.








