Kabupaten Blitar, Penasamudra.com Pemkab Blitar memenuhi swasembada gula di Kabupaten Blitar, Bupati Blitar, Rijanto dan Wakil Bupati Blitar Beky Hermansah bersama Forkopimda, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Blitar menghadiri acara pembukaan musim giling tebu tahun 2026 di Pabrik Gula Rejoso Manis Indo, Desa Rejoso, Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar, sabtu (30/05/26).
Vice President Director PT RMI-Mitr Phol Group, Syukur Iwantoro menyampaikan pada musim giling tahun ini, perusahaan menargetkan pengolahan tebu milik petani sebesar 1,55 juta ton dengan tingkat rendemen minimal 8 persen.
“Dengan kondisi cuaca saat ini, minimal target kami rendeman 8 persen maksimal bisa 9 persen. Untuk mendukung pencapaian tersebut, perusahaan telah menyiapkan kapasitas giling sebesar 10.000 TCD (ton cane per day), serta menargetkan produksi gula kristal putih sebesar 128.000 – 135 000 ton,” tutur Syukur.
Menurut Syukur, tantangan terbesar industri gula masih dipengaruhi faktor cuaca yang berdampak langsung terhadap kualitas bahan baku. Karena itu, sinergi antara petani dan pabrik menjadi faktor penting untuk menjaga produktivitas selama musim giling berlangsung.
Selain pembukaan musim giling, kegiatan tersebut juga dilengkapi dengan Deklarasi Petani Tebu Mitra PG RMI. Deklarasi itu menjadi bentuk komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas tebu, memperkuat kemitraan, dan mendukung upaya peningkatan produksi gula nasional.
Kabupaten Blitar memiliki potensi yang sangat besar dalam sektor perkebunan tebu. Pada tahun 2025, luas tanaman tebu di Kabupaten Blitar mencapai kurang lebih 14.000 hektare dengan total produksi mencapai 1.009.183,67 ton dan produktivitas rata-rata sebesar 73,5 ton per hektare. Capaian ini menunjukkan bahwa gula di Kabupaten Blitar memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan gula nasional.

Dalam sambutannya, Bupati Blitar, Rijanto menyampaikan, terima kasih dan apresiasi saya sampaikan kepada seluruh keluarga besar PT. Rejoso Manis Indo dan seluruh pihak atas terselenggaranya kegiatan manten tebu ini. Acara manten tebu ini bukan sekadar perayaan atau seremonial biasa. Di dalamnya terkandung kearifan lokal yang luar biasa, mengajarkan kita tentang rasa syukur kepada tuhan yang maha kuasa atas alam, tanah yang subur, dan tanaman tebu yang telah memberikan begitu banyak manfaat bagi kehidupan kita.
“Tebu, bagi kita, bukan hanya komoditas pertanian, tetapi juga simbol kemanisan, harapan, dan keberkahan. Untuk itu dalam manten tebu ini ada harapan agar panen tebu senantiasa melimpah, membawa kesejahteraan bagi para petani, dan mendukung industri gula sebagai salah satu pilar ekonomi daerah kita ” ucapnya.









