Scroll untuk baca artikel
Iklan Parallax
BeritaBudayaDaerahSejarah

Menggemparkan Kabupaten Kediri, Ada Penemuan Bangunan Arca Candi Dengan Ukuran Besar Di Situs Adan – Adan.

×

Menggemparkan Kabupaten Kediri, Ada Penemuan Bangunan Arca Candi Dengan Ukuran Besar Di Situs Adan – Adan.

Sebarkan artikel ini

Kabupaten Kediri, Penasamudra.com Warga desa sekitar Situs Adan-Adan, Kecamatan Gurah, Kabupaten Gurah di gegerkan dengan temuan candi yang berukuran besar, tampak struktur batu, arca hingga makara berukuran besar yang membuat publik penasaran dengan keberadaan situs purbakala tersebut.

Namun, Juru Pelihara Situs Adan-Adan, Ikhwan, meluruskan simpang siur informasi tersebut, bahwa video yang viral baru-baru ini bukanlah penemuan baru, melainkan dokumentasi lama saat proses ekskavasi berlangsung. Ia juga menegaskan bahwa visual yang beredar merupakan rekaman saat tim arkeologi bekerja beberapa tahun silam.

Sebenarnya sudah menjadi perhatian arkeolog nasional sejak ditemukan pada tahun 2016. Ekskavasi dilakukan secara bertahap hampir setiap tahun. Berdasarkan hasil penelitian sementara, situs ini merupakan kompleks candi Buddha yang dibangun antara abad ke-9 hingga ke-11 Masehi.

Dugaan sementara kompleks Buddha diperkuat dengan temuan kepala arca Buddha dan fragmen stupa di beberapa titik penggalian pada tahun 2020. Salah satu daya tarik utama situs ini adalah keberadaan Makara (hiasan tangga candi) berukuran sangat besar melampaui Makara yang ada di Candi Borobudur.

“Biasanya ukuran makara itu menunjukkan besarnya bangunan candi. Makanya muncul anggapan kalau candinya bisa jadi sangat besar. Bahkan ada yang menyebut makara di sini termasuk yang terbesar di Asia Tenggara,” jelas Ikhwan.

Salah satu bagian candi yang sudah digali, dengan bentuk ketinggian melebihi tinggi manusia.

Tim arkeolog juga menemukan bagian puncak stupa yang terkubur jauh di bawah tanah. Kondisi ini mengindikasikan bahwa bangunan candi tersebut pernah roboh pada masa lampau. Diduga kuat, kerusakan masif tersebut dipicu oleh aktivitas vulkanik Gunung Kelud atau bencana alam lainnya.

Penemuan ini semakin membuktikan bahwa Kediri dulunya pernah menjadi lokasi kejayaan Kerajaan Nusantara. Adapun candi yang ditemukan di Kediri tersebut berdekatan dengan aliran Kali Serinjing yang menjadi aliran lahar dingin Gunung Kelud yang ada di Desa Adan-Adan, Kecamatan Gurah. Oleh sebab itu, ahli sejarah menamainya sebagai Candi Adan-Adan.

Sebelumnya, ditemukan adanya dua makara yang akhirnya menguatkan asumsi arkeolog bahwa dulunya pernah berdiri sebuah candi di lokasi tersebut. Kemudian, arkeolog pun melakukan ekskavasi pada tahun 2016.

Usai dilakukan penggalian, dua makara tersebut ternyata memiliki bentuk yang sempurna dengan ketinggian 2,3 meter. Makara itu sekaligus menjadi makara tertinggi dan terbesar di Indonesia.

Pada tahap selanjutnya, ditemukan dua arca Buddha, yakni Arca Amithaba dengan sikap tangan dhyani mudra dan Arca Bodhisattva bagian kepala. Tak hanya itu terdapat pula lapik arca bagian kaki dengan motif padmasana ganda serta bebatuan pada bagian candi.

Selain itu, ditemukan pula beberapa arca dalam kondisi belum selesai dikerjakan, yang mengisyaratkan bahwa pembangunan candi ini terhenti sebelum rampung total. Dan saat ini, Situs Adan-Adan masih dalam pengawasan juru pelihara dan pihak terkait guna menjaga keamanan aset sejarah tersebut dari penjarahan maupun kerusakan lebih lanjut.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *