Scroll untuk baca artikel
Iklan Parallax
Berita

Dulu Jadi Tempat Wisata Dan Ikon Kota, Sekarang Hanya Tinggal Cerita Saja.

×

Dulu Jadi Tempat Wisata Dan Ikon Kota, Sekarang Hanya Tinggal Cerita Saja.

Sebarkan artikel ini

Tulungagung, Penasamudra.com  Tempat ini dulunya merupakan salah satu tujuan para wisatawan di Tulungagung dan sekitarnya sebelum adanya tempat wisata lainnya, bahkan menjadi icon kota Tulungagung yang terkenal di seluruh kota lokal maupun mancanegara. PIP ( Pantai Indah Popoh ) menjadikan icon kota yang penuh dengan suka cita, serta tempatnya yang indah dan sejuk.

Di sisi lain pantai popoh juga berdiri sebuah bangunan megah Retjo sewu, sebuah pemakaman pribadi dari pihak pemilik pabrik rokok legenda pada masanya, di dalam bangunan megah ini terdapat ratusan patung retjo pentung yan tertata rapi, bahkan padepokan retjo sewu ini dulunya juga banyak pengunjung yang kagum akan keindahan bangunannya. Di dalam makam retjo sewu ini terdapat 3 makam yaitu Bpk Soemiran beserta istrinya dan Bpk Soedjito anak dari pendiri rokok retjo pentung.

Salah satu patung terbesar diantara patung yang lain, dan menjadi ikon padepokan retjo sewu.

Sampai saat ini juga masih ada pengunjung yang sering berdatangan di pantai popoh maupun di retjo sewu, pada dulunya pantai popoh dan retjo sewu ini merupakan sumber rejeki dari para UMKM yang berjualan di sekitar tempat ini, Namun sekarang semenjak sepinya pengunjung, kurangnya pengelolaan pantai, serta banyak bangunan yang rusak menjadi kurangnya peminat pengunjung untuk datang.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Tulungagung, Ardian Candra, mengatakan bahwa Pantai Popoh menjadi satu-satunya objek wisata pantai yang sepenuhnya berada di bawah pengelolaan pemerintah daerah, baik dari sisi operasional maupun pengelolaan pendapatannya.

Ia mengakui, Pantai Popoh sempat menjadi destinasi unggulan dan favorit wisatawan pada awal 2000-an. Namun, seiring berjalannya waktu, minat kunjungan wisatawan terus menurun hingga kini kondisinya dinilai memprihatinkan.

Meski menghadapi penurunan kunjungan, Disbudpar Tulungagung tetap berupaya mengembalikan daya tarik Pantai Popoh, terutama saat momen libur nasional. Salah satu langkah yang disiapkan adalah pengembangan kawasan wisata melalui pembenahan fasilitas yang ada.

Secara teknis, pengembangan tersebut mencakup revitalisasi sarana dan prasarana yang mulai rusak, serta rencana penambahan wahana permainan anak agar Pantai Popoh lebih ramah bagi wisata keluarga.

Ketua Bidang 1 HIPMI Tulungagung, Fajar Sulihtiawan mengatakan, keberadaan jalur lintas selatan (JLS) membuka akses menuju banyak pantai baru di wilayah selatan Tulungagung.

Kondisi itu membuat kunjungan ke Pantai Popoh perlahan menurun.

“Sekarang banyak pantai baru karena akses JLS semakin terbuka. Itu menjadi salah satu penyebab Popoh agak menurun,” ujarnya.

Menurutnya, kalangan pengusaha sebenarnya masih melirik potensi kawasan wisata di Tulungagung.

Namun, mereka membutuhkan kepastian terkait legalitas dan kemudahan akses informasi sebelum memutuskan berinvestasi.

“Pengusaha ingin tahu status legalitas Pantai Popoh seperti apa. Termasuk akses jalannya yang masih susah. Itu menjadi pertimbangan penting,” katanya.

Dia menilai, kondisi Pantai Popoh saat ini juga berbeda dibanding beberapa tahun lalu.

Selain area bibir pantai yang relatif sempit, potensi yang menonjol kini dinilai lebih mengarah pada sektor perikanan dibanding wisata pantai massal.

Harapannya dengan adanya pembangunan jalan lintas selatan ( JLS ) dapat meningkatkan minat pengunjung serta adanya pihak investor yang masuk ke pantai popoh, guna untuk meningkatkan daya tarik masyarakat dan pengunjung yang datang sekedar melepaskan lelah setelah sepekan bekerja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *