Scroll untuk baca artikel
Iklan Parallax
BeritaNasional

Kandidat Ketua PKB Kota Blitar Jalani UKK Ketat di Universitas Negeri Malang

×

Kandidat Ketua PKB Kota Blitar Jalani UKK Ketat di Universitas Negeri Malang

Sebarkan artikel ini

Blitar,Penasamudra.comEstafet kepemimpinan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Kota Blitar memasuki babak paling krusial. Pasca dinamika hangat dalam Musyawarah Cabang (Muscab) di Hotel Patria Family akhir Maret lalu, kini lima kader terbaik partai resmi beradu gagasan dan mentalitas dalam Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) yang digelar di Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang (UM).

Langkah progresif diambil oleh DPW PKB Jawa Timur dengan menggandeng akademisi profesional untuk memastikan suksesi ini berjalan objektif, transparan, dan terukur.

Wakil Sekretaris DPC PKB Kota Blitar, Arif Kurniawan, mengungkapkan bahwa kelima nama yang muncul merupakan hasil kristalisasi usulan peserta sidang pleno. Meski sempat diwarnai dinamika usulan tambahan, forum akhirnya sepakat memandatkan lima sosok untuk memperebutkan restu DPP PKB periode 2026–2031.

Adapun kelima kandidat tersebut adalah:

1. Ely Idayah Vitnawati

2. Moch. Saiful Maarif

3. Zainul Ichwan

4. Adi Santoso, S.P.

5. Totok Sugiarto

“Tahapan di UM ini adalah syarat mutlak. Kami ingin membedah visi, misi, hingga strategi taktis masing-masing calon dalam memperkuat basis konstituen di Kota Blitar,” ujar Arif, Sabtu (11/4/2026).

Pelaksanaan UKK dibagi menjadi dua gelombang. Gelombang pertama yang berlangsung pada 10-11 April 2026 difokuskan pada aspek psikologis. Sekretaris DPC PKB Kota Blitar, Abdul Majid, menegaskan bahwa keterlibatan Fakultas Psikologi UM adalah bukti keseriusan partai dalam mencari pemimpin yang tidak hanya populer, tetapi juga stabil secara emosional dan intelektual.

“Kami mencari sosok yang objektif. Melalui psikotes ketat dari tenaga profesional UM, kami ingin melihat sejauh mana ketahanan dan kapasitas kepemimpinan mereka sebelum maju ke tahap kedua yang melibatkan Tim Penguji dari DPP PKB,” jelas Majid.

Pihak internal DPC PKB Kota Blitar mematok standar tinggi bagi siapa pun yang nantinya terpilih menahkodai “Bumi Bung Karno”.

Terdapat tiga indikator utama yang menjadi rapor penilaian:

1. Profesional: Mampu mengelola roda organisasi modern dengan pemanfaatan Teknologi Informasi (TI).

2. Produktif: Melahirkan inovasi yang mampu mengonversi suara menjadi kursi di setiap Daerah Pemilihan (Dapil).

3. Proaktif: Responsif dalam menjalin komunikasi lintas sektoral serta mampu menyerap aspirasi warga Kota Blitar secara langsung.

Proses seleksi ini diharapkan menjadi preseden positif bahwa PKB Kota Blitar sangat mengedepankan kualitas dan musyawarah mufakat demi menjaga soliditas internal. Kini, keputusan akhir berada di tangan DPP PKB untuk menentukan siapa yang paling layak memegang tongkat komando demi membawa perubahan signifikan bagi masyarakat Kota Blitar lima tahun ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *