Kediri, Penasamudra.com Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian Republik Indonesia Budi Setiawan. berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Kediri resmi membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Diversifikasi Produk Tenun Ikat. Kegiatan ini dilaksanakan mulai tanggal 18 sampai dengan 22 mei 20206, Tenun ikat Kota Kediri diberikan pengarahan untuk terus berproduksi sebagai kain tradisional, Melalui diversifikasi produk, tenun khas daerah ini didorong masuk ke pasar modern dengan berbagai produk fashion bernilai tambah, mulai tas, sepatu hingga aksesori.
Kota Kediri sendiri terpilih sebagai tempat terselenggaranya bimtek di karenakan memiliki produk Tenun Ikat dengan nilai potensi yang unggul, oleh karena itu Bimtek kali ini tidak lagi mengajarkan teknis dasar proses menenun, namun lebih difokuskan pada aspek pengembangan desain.
Kegiatan ini di ikuti 20 peserta yang terdiri dari pelaku IKM Fashion serta pengrajin tenun. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara HUT Dewan Kerajinan Nasional ke-46, dalam kegiatan ini kementerian Perindustrian menggandeng Universitas Ciputra sebagai pemateri.
Kami melihat jurusan desain di Universitas Ciputra sangat luar biasa. Melalui kolaborasi ini, kain tenun tidak hanya akan diolah menjadi pakaian biasa, melainkan diversifikasi menjadi produk fashion bernilai tinggi seperti tas, sepatu, dan lain-lain,” ucapnya.
Selama pelatihan bimtek peserta diharapkan mampu menghasilkan dua prototype produk fashion berbasis tenun dengan kurun waktu satu bulan setelah selesai pelatihan, Peserta bimtek juga mendapat pendampingan konsultasi daring, bantuan biaya produksi, hingga uang transportasi.
Sedangkan Ketua Dekranasda Kota Kediri Faiqoh Azizah mengakui bangga terhadap Kota Kediri karena telah diberikan kepercayaan menjadi bagian dari program pemerintah untuk penguatan industri kreatif berbasis budaya lokal.
“Kami sangat bahagia dan bangga karena Kota Kediri dipercaya untuk menjadi bagian dari program penguatan industri kreatif berbasis budaya lokal ini,” jelasnya.

Menurutnya tantangan industri kreatif saat ini menuntut produk lokal agar semakin inovatif dan mampu mengimbangi pergerakan siklus roda pasar modern. Dengan adanya dukungan dan pelatihan seperti ini harapannya dapat mendorong para pelaku usaha memanfaatkan pemasaran digital dan aktif mengikuti pameran agar produk lokal memiliki pasar lebih luas.
“Saya berharap adanya bimtek ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam merancang desain, memahami kebutuhan pasar serta menciptakan produk yang memiliki identitas budaya dan relevan dengan trend masa kini, Semoga dari kegiatan ini tercipta berbagai usaha mandiri berbasis tenun yang kreatif, inovatif, berkelanjutan, serta mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Kota Kediri,” pungkasnya.
Hasil dari kegiatan bimtek ini, dapat dikirim atau diikutkan pada pameran tanggal 9 sampai 11 Juni 2026. Pameran tersebut memamerkan khusus produk tenun yang mengangkat tema Swarna Wastra.









