Tulungagung, Penasamudra.com Plt. Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin mendampingi gubernur dalam agenda pelepasan siswa – siswi lulusan SMK ke luar negeri dengan berbagai tujuan Jepang, Korea Selatan, dan Jerman. Acara di berlangsung di SMK sore Tulungagung pada Kamis, 14/05/2026.
Kabupaten Tulungagung menjadi penyumbang terbesar dalam program ini, dengan 898 hingga 1.628 pelajar SMK (baik dari sekolah negeri maupun swasta).
Plt. Bupati Tulungagung mengatakan, program ini tidak hanya memberikan peluang kerja akan tetapi juga bisa menjadi investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan kesejahteraan masyarakat.
“Program ini memberikan dampak positif yang besar bagi calon siswa siswi yang magang maupun kerja ke luar negeri, Selain dapat meningkatkan kompetensi dan profesionalisme generasi muda, juga membuka peluang kesejahteraan yang lebih baik,” ucapnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjelaskan perihal kemunduran pemberangkatan peserta semula dijadwalkan pada 19 Mei 2026, namun diubah menjadi 20 Mei 2026 hal ini mengikuti instruksi dari pihak Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah agar dapat dilaksanakan secara serentak.
Para peserta sebelum pemberangkatan diwajibkan mengikuti pelatihan bahasa, keterampilan kerja, dan pembinaan disiplin di Training Center Ketintang, Surabaya.
“Setiap pengguna tenaga kerja memiliki standar kompetensi tersendiri, sehingga peserta perlu dibekali kemampuan dan kedisiplinan sebelum berangkat,” kata Khofifah.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, juga menjelaskan bahwa dari total peserta se-Jawa Timur, sebanyak 3.186 orang mengikuti program magang internasional. Sedangkan 1.734 lainnya merupakan lulusan SMK yang bekerja kembali sebagai PMI profesional.
“Khusus kabupaten Tulungagung, terdapat 898 peserta dari berbagai SMK yang mengikuti program ini, dan sebagian di antaranya melanjutkan karier sebagai PMI secara resmi,” ucap Aries.
Beliau juga menambahkan bilamana program ini menjadi salah satu upaya Pemprov Jawa Timur dalam menyiapkan lulusan SMK yang memiliki kompetensi global sekaligus mampu memenuhi kebutuhan tenaga kerja internasional.
Selain meningkatkan keterampilan kerja, program itu juga diharapkan berdampak pada penguatan ekonomi keluarga dan penurunan angka pengangguran di daerah.








