Scroll untuk baca artikel
Iklan Parallax
BeritaEkonomi

Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung Menyerap Anggaran DBHCHT Untuk Membuat POC Dari Kulit Semangka.

×

Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung Menyerap Anggaran DBHCHT Untuk Membuat POC Dari Kulit Semangka.

Sebarkan artikel ini

Tulungagung, Penasamudra.com Para petani tembakau kabupaten Tulungagung enggan memakai pupuk organik bersumber dari kotoran hewan. Keengganan ini dikarenakan kotoran binatang banyak mengandung unsur Nitrogen tinggi sehingga membuat rasa tembakau yang dihasilkan akan berubah. Dengan adanya hal tersebut Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung dalam Program Sekolah Lapang bersumber anggaran DBHCHT memperkenalkan kepada para petani tembaku untuk pembuatan pupuk orgnik yang bersumber dari kulit semangka.

Selain gampang dicari disaat musim kemarau ini, setelah diolah kulit semangka tersebut akan menghasilkan pupuk organik cairan dengan kandungan unsur Kalium tinggi yang dibutuhkan tanaman tembakau untuk tumbauh bagus dan memperkuat rasa daun tembakau setelah dirajang dan diolah.

Praktek pembuatan pupuk Organik cair ( POC ) ini dilakukan oleh Dinas Pertanian kepada para petani tembakau yang ada di 5 kecamatan sebagai, Amanah akan anggaran DBHCT 2026. Hal positif dari pemberian pupuk organic cair pada tanaman tembakau adalah, membuat daun tembakau tumbuh lebih lebar, tebal, dan bernutrisi tinggi kemudian memperkokoh batang tanaman, memperbaiki struktur dan kegemburan tanah sehingga akar lebih mudah menyerap unsur hara, menekan biaya produksi dibanding menggunakan pupuk kimia atau produk konvensional yang mahal.

Kepala Dinas Pertanian Drs. Suyanto. MM melalui Kepala Bidang Penyuluhan Pertanian Triwidyono Agus Basuki SP MM sampaikan bahwa kehadiran Dinas Pertanian dalam pendampingan terhadap petani tembakau adalah Amanah negara yang telah menurunkan dana DBHCHT tahun 2026.

“Sebelum Sekolah Lapang ini, kami sempat bertemu dengan para petani dan menyampaikan bahwa unsur hara tanah kita sudah melalui menipis sehingga pemberian pupuk organic adalah solusi yang tepat. Namun demikian mayoritas petani menyampaikan bahwa pupuk organic dari kotoran hewan akan merubah cita rasa tembakau. ” Ucapnya saat dimintai keterangan pada Jum’at ( 9/10/2026 ).

Para petani sangatlah antusias untuk melakukan pembuatan pupuk organik ini. Kepala dinas pertanian juga menjelaskan bahwasanya POC ini sangat ramah lingkungan dan mudah dibuat.

“Untuk itu kami berharap membuat inovasi pupuk yang ramah lingkungan bahan mudah didapat dengan hasil pupuknya mempunya kandungan Kalium yang tinggi yakni kulit semangka”, tambahnya.

Dinas pertanian kabupaten Tulungagung berharap dengan bahan yang sederhana dan mudah didapat biaya budi daya tembakau akan berkurang, yang berefek nantinya dengan hasil daun tembakau yang bagus sehingga dijual laku mahal dan membuat petani sejahtera.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *