Tulungagung, Penasamudra.com Gubernur Jawa Timur menyalurkan bantuan sosial 10,439 milar bantuan ini mencakup berbagai program, termasuk Jatim Puspa dan bantuan sosial strategis lainnya bagi ratusan warga. Di pendopo kongas arum kusumaning bangsa pada Kamis ( 14/05/2026 ).
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jawa Timur, Restu Novi Widiani, mengatakan bantuan tersebut berasal dari berbagai sumber, meliputi Dinsos Jatim, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jatim, BUMD Jatim, serta Bantuan Keuangan (BK) Desa dengan perincian sebagai berikut bantuan dari Dinsos Provinsi Jatim sebesar Rp4,3 miliar, DPMD Jatim Rp939 juta, BUMD Jatim Rp25 juta, serta BK Desa sebesar Rp5,1 miliar.
Gubenur jawa timur khofifah indar parawansa menyebut bahwasanya program bantuan sosial terdiri dari Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD), Bantuan Program Pemberdayaan BUMDes, program Desa Berdaya, program Jatim Puspa, dan Bantuan Keuangan Desa.
Bantuan sosial kepada lansia (PKH Plus), Bantuan Kewirausahaan Inklusif Produktif (KIP) Putri Jawara, bantuan kemiskinan ekstrem, zakat produktif, bantuan operasional pendamping PKH Plus dan tali asih bagi TKSK dan Tagana.
“Kalau kita bahagia, maka kita ingin yang lain bahagia. Kalau kita sejahtera, kita ingin orang lain juga sejahtera. Kalau kita bisa menikmati kehidupan, maka kita juga ingin yang lain bisa menikmati kehidupan dengan baik,” kata Khofifah.

Sebelum mengakhiri sambutannya beliau juga memberikan pesan kepada seluruh penerima dan kepala daerah, bahwasanya pemimpin yang baik ialah yang bisa membelanjakan anggaran untuk kesejahteraan masyarakatnya, begitu juga dengan warga, siap berani menolak jika dirasa tidak pantas menerima bansos biar bisa di verifikasi ulang dan diberikan pada yang tepat pantas menerima.
Beliau juga memohon dukungan doa restu agar stabilitas fiskal daerah terus membaik sehingga jangkauan program bantuan sosial dapat diperluas lagi di masa mendatang.
“Jika yang kami lakukan belum maksimal, kami mohon maaf karena kemampuan Pemprov baru sampai di sini. Doakan provinsi rezekinya lebih banyak, supaya yang bisa mendapatkan program ini juga lebih banyak lagi,” kata Khofifah, Gubernur Jawa Timur.
Penyaluran ini merupakan bentuk sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Tulungagung. Harapannya dengan adanya program seperti ini dapat menangani kemiskinan ekstrem dan pemberdayaan ekonomi lokal, khususnya bagi perempuan,









