Tulungagung, Penasamudra.com Pemerintah Kabupaten Tulungagung resmi membuka Musyawarah Perempuan, Anak dan Disabilitas (Muspadi) Tahun 2026, Selasa (23/6/2026). Forum ini menjadi ruang strategis untuk memastikan aspirasi kelompok rentan dapat terakomodasi dalam perencanaan pembangunan daerah yang lebih berkeadilan, inklusif, dan berkarakter.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Plt. Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin dan dihadiri jajaran pimpinan daerah mulai ketua DPRD, sekretaris daerah, kepala perangkat daerah, ketua Tim Penggerak PKK, etua Baznas, organisasi masyarakat, komunitas perempuan, pemerhati perlindungan anak, penyandang disabilitas, akademisi hingga berbagai elemen masyarakat lainnya.
Muspadi menjadi forum khusus yang dirancang untuk menampung aspirasi sekaligus menyusun arah pembangunan yang lebih berpihak kepada perempuan, anak, dan penyandang disabilitas.

“Pembangunan yang berhasil adalah pembangunan yang mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa meninggalkan satu kelompok pun. Karena itu perempuan, anak, penyandang disabilitas, lansia, dan masyarakat miskin harus memperoleh ruang yang sama untuk menyampaikan aspirasi dan terlibat dalam pengambilan keputusan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, masih terdapat berbagai tantangan yang perlu mendapat perhatian serius, di antaranya keterbatasan akses kerja bagi penyandang disabilitas, belum optimalnya pendidikan inklusif, rendahnya partisipasi perempuan dalam pembangunan, serta minimnya ruang partisipasi anak dalam penyusunan kebijakan publik.
Muspadi 2026 dilaksanakan secara berjenjang mulai dari tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten dengan melibatkan organisasi perempuan, forum anak, komunitas disabilitas, akademisi, dunia usaha, dan media.
Melalui forum ini, Pemerintah Kabupaten Tulungagung berharap lahir berbagai rekomendasi kebijakan yang mampu menjawab kebutuhan kelompok rentan sekaligus memperkuat pembangunan daerah yang inklusif, berkeadilan, serta tidak meninggalkan siapa pun dalam proses pembangunan.











