Scroll untuk baca artikel
Iklan Parallax
BeritaNasional

Ahmad Baharudin Membuka MUSPADI 2026 Mengusung Tema “Suara Perempuan, Anak dan Disabilitas untuk Pembangunan Tulungagung yang Berkeadilan, Inklusif, dan Berkarakter”.

×

Ahmad Baharudin Membuka MUSPADI 2026 Mengusung Tema “Suara Perempuan, Anak dan Disabilitas untuk Pembangunan Tulungagung yang Berkeadilan, Inklusif, dan Berkarakter”.

Sebarkan artikel ini
Plt. Bupati Tulungagung Beserta Istri Memberikan Simbolis Bantuan Pada Peserta MUSPADI 2026.

Tulungagung, Penasamudra.com  Pemerintah Kabupaten Tulungagung resmi membuka Musyawarah Perempuan, Anak dan Disabilitas (Muspadi) Tahun 2026, Selasa (23/6/2026). Forum ini menjadi ruang strategis untuk memastikan aspirasi kelompok rentan dapat terakomodasi dalam perencanaan pembangunan daerah yang lebih berkeadilan, inklusif, dan berkarakter.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Plt. Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin dan dihadiri jajaran pimpinan daerah mulai ketua DPRD, sekretaris daerah, kepala perangkat daerah, ketua Tim Penggerak PKK, etua Baznas, organisasi masyarakat, komunitas perempuan, pemerhati perlindungan anak, penyandang disabilitas, akademisi hingga berbagai elemen masyarakat lainnya.

Muspadi menjadi forum khusus yang dirancang untuk menampung aspirasi sekaligus menyusun arah pembangunan yang lebih berpihak kepada perempuan, anak, dan penyandang disabilitas.

Dalam sambutannya, Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin menegaskan bahwa Muspadi bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wadah penting untuk memperjuangkan hak dan kepentingan perempuan, anak, serta penyandang disabilitas dalam proses pembangunan.

 

Plt. Bupati Ahmad Bahrudin Memberikan Bantuan Kepada Anak Anak Di Acara Muspadi 2026.
“Muspadi Tahun 2026 dengan tema ‘Suara Perempuan, Anak dan Disabilitas untuk Pembangunan Tulungagung yang Berkeadilan, Inklusif, dan Berkarakter’ diharapkan mampu menyerap aspirasi kelompok rentan secara optimal dan menjadi dasar dalam perumusan kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan mereka,” ujarnya.
Ahmad Baharudin mengungkapkan, berdasarkan data kependudukan tahun 2025, jumlah penduduk Kabupaten Tulungagung mencapai 1,142 juta jiwa, dengan 49,91 persen di antaranya adalah perempuan.
Sementara itu pihak Bappeda Kabupaten Tulungagung, Yohanes Bagus Kuncoro, selaku kepala dinas menegaskan bahwa pembangunan inklusif tidak cukup hanya menghadirkan kelompok rentan sebagai penerima manfaat program pemerintah. Menurutnya, mereka harus dilibatkan secara aktif dan bermakna dalam setiap tahapan pembangunan, mulai dari perencanaan hingga evaluasi.

“Pembangunan yang berhasil adalah pembangunan yang mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa meninggalkan satu kelompok pun. Karena itu perempuan, anak, penyandang disabilitas, lansia, dan masyarakat miskin harus memperoleh ruang yang sama untuk menyampaikan aspirasi dan terlibat dalam pengambilan keputusan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, masih terdapat berbagai tantangan yang perlu mendapat perhatian serius, di antaranya keterbatasan akses kerja bagi penyandang disabilitas, belum optimalnya pendidikan inklusif, rendahnya partisipasi perempuan dalam pembangunan, serta minimnya ruang partisipasi anak dalam penyusunan kebijakan publik.

Muspadi 2026 dilaksanakan secara berjenjang mulai dari tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten dengan melibatkan organisasi perempuan, forum anak, komunitas disabilitas, akademisi, dunia usaha, dan media.

Melalui forum ini, Pemerintah Kabupaten Tulungagung berharap lahir berbagai rekomendasi kebijakan yang mampu menjawab kebutuhan kelompok rentan sekaligus memperkuat pembangunan daerah yang inklusif, berkeadilan, serta tidak meninggalkan siapa pun dalam proses pembangunan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *